Pernahkah kalian mengalami satu momen, satu tempat yang tidak nyata tapi mampu membuat kita merasa rindu akan hal itu. Dunia lain itu aku sebut "Dunia Mimpi". Aku hidup dengannya. Ketika rutinitas yang suntuk mulai terasa maka aku akan masuk ke dunia itu. Kadang ketika aku sudah sangat menikmati di dunia itu, aku jadi bingung membedakan antara kenyataan dan fana. Jadi orang linglung, mungkin.
Saat disana, sesulit apapun semuanya akan terus bergerak dan berjuang. Setidak nyata nya apa yang terjadi dan apa yang dialami, semua terus diterima dan dinikmati. Nyawa taruhannya, sudah hal biasa. Meski menyukainya, namun sadar bahwa itu hanyalah fana. Pernah satu kali aku takut jika tidak bisa kembali, karena kejadian yang selalu berulang.
Di satu waktu dalam jangka waktu yang lama, aku tidak pernah lagi kesana. Ada hampa yang dirasa. Namun kemudian sesekali berhasil kembali bertemu mereka, antara senang dan juga tanda tanya. Kira-kira apa kunci nya, aku harus menemukan kunci masuk ke dunia itu agar bisa mengatur sesuka hati. Ternyata perjalanan kita masih panjang dan tidak tahu akhir apa yang dihadapi.
Lagu yang sudah lama ada di playlist aku. Dan saat kita menelaahi liriknya maka terjatuh air mata ini. Liriknya sangat-sangat mengena ke hati. Tak peduli berapa kali diputar, berhasil mengetuk qalbu. Ketika diri ini ingin dan sangat ini kelak masuk ke surga-Mu namun antara keinginan dan tindakan bertolak belakang. Sangat terasa sekali dosa dosa yang telah dilakukan. banyak dan banyak sekali, terlalu banyak malah. apakah perantara lagu ini Allah ingin memanggilku untuk kembali lebih dekat dengan-Nya.
Ya Allah, tidak ada nikmat yang paling indah ialah nikmat iman islam yang telah kau berikan. Mungkinkah Kau cemburu disaat aku lebih sibuk memikirkan dunia Mu dibanding Engkau ya Allah. Padahal Engkau yang sangat mengetahui, jiwa raga dan hati ini adalah milik-Mu ya Rabb. Sungguh aku yang selalu jatuh bangun dan Engkau yang selalu menerimaku. Jika bukan pada-Mu maka kemana lagi aku mengadu. Ya Rabb pemilik semesta alam, lindungi orangtua ku, keluargaku, sahabatku, orang-orang yang menyayangiku, orang alim ulama. Ya Allah Engkaulah Sang Pemilik Hati ini, maka hanya kepada-Mu ku serahkan hati ini.
Ya Allah, maafkan hamba yang terlalu sering lalai, yang terlalu sering melupakan-Mu. ya Allah jangan pernah tinggalkan hamba, harapanku hanyalah Engkau. Tiada yang bisa ku lakukan tanpa-Mu ya Allah. ya Allah ajarkan aku untuk bisa lebih mencintai-Mu, mencintai rasul-Mu, mencintai nabi-Mu, mencintai alim ulama mu ya Allah. Sungguh tiada yang bisa menyelamatkan diri ini kecuali-Mu.
Ya Allah, berikan hamba jalan termudah-Mu agar bisa ikut andil terhadap agama-Mu ya Allah. ya Allah mudahkan, lapangkan hati hamba, kuatkan hamba. ya Allah Engkaulah yang Maha Mengetahui.
Entah mengapa waktu pertama dengar aku langsung suka sama liriknya, yang aku dengar itu coveran Fathur. 'Teman sejati' wah kok liriknya seakan menggambarkan aku banget haha
Maksudnya bukan aku nya yang teman sejati, namun menemukan teman sejati seakan berbicara padaku. Aku yang telah lumayan lama hidup akhirnya menemukan teman yang dengannya aku bisa terbuka. Nyaman bercerita tentang apapun. Dari aku yang terburuk sampai terbaik (menurutku). Meski begitu jangan disimpulkan bahwa aku tidak punya teman. Aku punya banyak teman. Apakah mereka tidak bisa dipercaya? Tentu tidak, mereka semua sangat dan sangat bisa dipercaya. Hanya saja entah kenapa aku tidak bisa terbuka dengan mereka. Seakan ada dinding yang menghalangi. Tidak satu dua orang yang mencoba untuk menembus dinding itu, namun bukannya terbuka malah semakin tinggi dan tebal. Uhh.. melelahkan
Allah memang memiliki rencananya sendiri. Akhirnya aku menemukannya dan aku sangat menyukai itu. Jujur perbedaan diantara kami bisa dibilang banyak, namun itu tidak menghalangi pertemanan ini. Dengannya aku banyak belajar tentang kehidupan. Dengannya aku belajar tentang realita kehidupan yang menyakitkan, yang aku yakin semua itu pasti ada hikmahnya. Dia bukan orang yang sempurna dan itu menyadarkanku bahwa itulah manusia, hey ternyata aku berteman dengan manusia bukan malaikat. Aku tidak akan menyebutkan namanya, namun jika kamu merasa mungkin saja memang benar itu kamu.
Untuk teman-teman yang masih belum menemukannya, jangan berkecil hati. Niatkan pertemanan itu karena Allah agar tidak hanya berteman didunia namun juga disurga. Dan berusahalah untuk memberanikan diri. Teruslah memberi dan memberi, jangan pernah mengharapkan apapun dari setiap hal yang kau lakukan. Karena saat kita menempatkan harapan maka disitu pasti akan ada kekecewaan. Ketika suatu hubungan, baik pertemanan atau apapun itu dilandasi dengan sikap saling memberi maka Insya Allah hubungan itu akan berjalan dengan nyaman dan tentram. Namun jika dilandasi 'penuntutan' maka hanya akan mendapatkan 'kesesakkan'.
Bukan manusia sempurna tanpa cacat dan hina Terlalu banyak hingga lupa antara nyata dan rekayasa Satu.. dua.. tiga.. Kembali lagi seperti semula
Andaikan saja, bisa Tapi ini hanya sebuah kata Sedikit bayangan kelam merasa bahagia
Telah sirna termakan usia Muda? Tua? Remaja? Terasa cepat dan juga lama Ahh.. lagi, lagi dan lagi
Begini Impian memburam tepat di depan mata yang tertutup
Ke depan dan ke belakang, kanan kiri terabaikani Tik.. Tik.. Tik.. sudah cukup Lampu tersenyum bukti kisah perjalanan 17 April 2018 by Halida Lee (Nur Halida)
Akhir-akhir ini banyak yang menanyakan perihal gajih. Beberapa teman memutuskan untuk mencari karyawan untuk usaha yang dijalankannya, nah mereka bingung berapa uang yang harus dikeluarkan untuk menggajih.
Berbicara soal menggajih karyawan, buat aku sendiri ini juga hal yang sulit. Bisa dikatakan gajih itu membeli waktu, tenaga dan keahlian seseorang. Yang paling berat itu adalah saat aku memikirkan waktu. Waktu itu adalah hal yang sangat berharga, waktu tidak akan pernah bisa diulang. Dan aku tidak ingin orang lain menghabiskan seluruh waktunya bekerja apalagi di tempat kami. Kadang ada karyawan baru yang menawarkan untuk kerja full dari pagi-malam. Hal ini seringkali aku hindari, kecuali memang tidak ada penggantinya.
Tenaga juga hal yang dipertimbangkan, saat penjualan lagi rame tenaga sangat-sangat diperlukan, apalagi sikon kerja di tempat terbuka. Jika tidak punya fisik yang kuat bisa sering sakit, hal ini juga yang menjadi alasan kenapa kami tidak merekomendasikan untuk kerja full time.
Dan untuk keahlian, biasanya diimbangi dengan lama bekerja. Setiap orang punya daya tangkap berbeda. Ada yang diajarin sekali langsung bisa, ada juga yang perlu beberapa kali. Tapi mereka pasti bisa kok, asal kita mengajarkan dengan benar dan dia mau mendengarkan serta menerima nasihat dan ritikan dari kami.
Terus berapa gajih yang dikeluarkan? Kalau hal ini sebenarnya terserah kita. mau gajih Rp500.000/bulan juga bukan masalah asal karyawannya nerima aja.
Namun kalau dari aku sih ada beberapa hal yang jadi bahan pertimbangan:
1. Status Karyawan. Seperti lajang/menikah, sekolah/kuliah/free.
2. Lama jam kerja. Misal 6 jam/hari, 7 jam/hari, 8 jam/hari.
3. Waktu libur.
4. Penjualan/pendapatan usaha.
5. Berat/tidaknya pekerjaan yang dilakukan.
Saran aku sih, jika penghasilan kamu hanya berasal dari satu usaha dan tidak ada pemasukkan dilain. Apalagi baru buka, penjualan masih rendah dan belum stabil, lebih baik nanti dulu untuk nyari karyawan. Takutnya bukan keuntungan yang didapat tapi malah kebuntungan.
Siapa yang nelen ludah saat lihat gambar di atas? Aku juga jadi pengen makan donat. Nggak sekarang tapi nanti kalau ada uangnnya upss..
Berbicara tentang uang, aku pernah punya impian memiliki usaha toko roti. Itu karena dulu aku suka sekali makan roti. Saking sukanya jadi kepikiran untuk punya toko roti sendiri deh. Nih mau bahas uang atau impian sih? Yah bisa dibilang keduanya lah. Kalau kata pepatah itu "Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui" eh atau yang ini ya "Sambil menyelam minum air" ?? Aku lupa.
Memang yah yang namanya bermimpi itu enaak banger, bayangin begini trus begitu dan semuanya. Rasanya indaah dan menyenangkan. Tapi saat memikirkan tetek bengeknya, ya ampuun ternyata tidak semudah itu fergusso. Aku sendiri tidak pernah bikin roti, nggak pernah lihat pun jadi susah ngebayanginnya. Apalagi untuk menciptakan rasa yang diinginkan. Memang yah pengetahuan itu harus selalu ditingkatkan, makanya jangan malas membaca dan belajar Halida, eh?
Semakin bertambah usia impian membuka usaha Toko Roti pun teralihkan dengan impian yang lain, bisa jadi karena aku tipe yang melakukan apa yang di inginkan (?? yang ini aku rada ragu). Saat ini malah nggak terpikir sedikit pun untuk merencanakannya. Yah sekarang harus fokus ke usaha yang ada dulu baru nanti buka usaha baru lagi. Doakan aja bisa buka tahun ini juga, Aaamiin.
Kalau berbicara tentang uang, saat ini aku berumur 22 tahun dengan status "???" entahlah aku juga bingung aku itu kerjaannya apa. Yah walau nama pekerjaannya nggak jelas juga, namun untuk penghasilan bisa dibilang ada aja lah. Alhamdulillah cukup untuk hidup di perantauan. Karena setiap orang pasti punya rezeki masing-masing ya kan?
Setiap hari pengen pulkam tapi apa daya jarak lumayan jauh. Pengen beraktivitas disana. Dimana pun kita berada, serumit apapun hubungan kita dengan mereka, keluarga adalah pelindung dan tempat kembali yang selalu dirindukan. Semoga Maret bisa pulkam. Kangen rumah dan semua yang ada disana.
Kita awali dulu dengan baca basmallah. Bismillahirrohmaanirrohiim. Setelah sekian lama nggak nulis, kali ini aku memutuskan untuk memulai menulis kembali. Sebenarnya banyak keraguan datang untuk memulai, salah satunya adalah takut jika tulisan yang aku buat tidak bermanfaat.
Untuk kalian yang tidak sengaja lihat blog aku, terima kasih ya sudah mau membaca tulisan yang nggak jelas ini. Kali ini aku mau cerita tentang "Memanah". Bukan cerita tentang bagaimana cara memanah yang benar dan sebagaianya yah namun mau ceria aja. Hahaha maaf gaje.
Keinginan yang berhasil terpenuhi di umur segini, mungkin kalau terpenuhinya saat lagi ingin-inginnya pasti akan senang pakai banget. Bukan berarti saat ini nggak senang, kalau sekarang itu lebih ke "penasaran dengan memanah". Aku bingung menuliskan rasanya yang pas itu seperti apa. Yang jelas aku sudah nggak sebegitu penasaran lagi.
Hm.. setelah dipikir ternyata masih ada. Tadi aku cuma sempat nyoba jarak prebasic (anak sd) sama jarak level 1 (pemula dewasa). Jarak prebasic itu 5 meter, jadi setelah beberapa kali nyoba dilingkaran merah-kuning, yah lumayan lah. Setelah itu nyoba yang level 1 jarak 10 meter, nah kata ka Alfi untuk pemula biasanya lepas dari papan target dan bahaya kalau anak panah kena orang lain. Namun karena penasaran jadi aku tanya aja apa boleh aku nyoba dan dibolehkan. Untuk percobaan pertama keluar lingkaran namun nggak keluar papan target. Beberapa kali nyoba pun Alhamdulillah nggak satupun yang keluar papan target, tapi untuk score jangan ditanya ya. Kena lingkaran yang biru itu juga syukur banget.
Jarak 5 meter aku masih bisa fokus untuk membidik sedangkan untuk jarak 10 meter lebih sering memakai feeeling karena nggak bawa kacamata (maklum mata gak normal). Dan setelah beberapa kali lagi nyoba akhirnya aku berhasil di lingkaran kuning10 poin. Horree.. dalam hati "akhrinya bisa berhenti". Badan udah lelah (ternyata lelah eh) tapi kalau nggak kena angka 10 gimana gituh jadi bersyukur banget. Oh ya itu cuma kebetulan yak, mungkin kalau ikut club dan rajin latihan bisa jadi kemampuan. Dan kebetulan itu bisa menjadi sebuah motivasi, artinya kamu mampu kok melakukannya hanya saja perlu sering berlatih agar hasilnya pun lebih bagus lagi.
Hal selanjutnya yang ingin aku coba adalah shootgun. Yang ini rada nggak mungkin sih, eh bisa jadi mungkin, shootgun pemburu. Aku pernah megang tapi nggak pernah nyoba. Karena nggak boleh sembarangan, bisa-bisa nyawa taruhannya (pernah dengar cerita nyata tentang ini). Pernahnya itu waktu maen paintball, waktu tau kalau kami bakal main paintball rasanya itu sangat.. sangat.. gembira. Waktu itu aku masih SMP. Sebelum bertanding kami gaya-gaya an dulu sama senjata paintballnya, kan keren yak. Pakai baju pelindung, helm dan senjata jadi foto-foto keren dulu. Sayangnya fotonya sudah kehapus. Kayaknya bisa dicari lagi, nanti aku upload di blog kalau berhasil nemu tu foto.
Saat seperti ini aku kembali merasakan bahwa satu persatu apa yang pernah aku inginkan akhirnya terwujud, seperti memanah ini. Allah memberikan apa yang kita inginkan di waktu yang tepat. Allah tahu apa yang terbaik untuk hambanya. Meski tidak semua apa yang kita inginkan berhasil terwujud, yakinlah hal itu bukanlah hal buruk. Banyak hal yang ingin aku ceritakan, hal yang ingin ku ceritakan kepada diriku sendiri. Kita coba lakukan perlahan ya. Halida.. Semangat :)
Memiliki nama asli Nur Halida, semoga Allah mengampuni dosanya. Dimulai dengan suka membaca didukung dengan kepribadian introvert, lebih mudah mengungkapkan apa yang dipikirkan lewat tulisan.
"Suatu saat raga kan menghilang, tulisan yang kan jadi kenangan"