10 Maret 2020

Coretan: "Nothing"

Bukan manusia sempurna tanpa cacat dan hina
Terlalu banyak hingga lupa antara nyata dan rekayasa
Satu.. dua.. tiga..

Kembali lagi seperti semula
Andaikan saja, bisa
Tapi ini hanya sebuah kata

Sedikit bayangan kelam merasa bahagia
Telah sirna termakan usia
Muda? Tua? Remaja?
Terasa cepat dan juga lama

Ahh.. lagi, lagi dan lagi
Begini

Impian memburam tepat di depan mata yang tertutup
Ke depan dan ke belakang, kanan kiri terabaikani
Tik.. Tik.. Tik.. sudah cukup
Lampu tersenyum bukti kisah perjalanan



17 April 2018
by Halida Lee (Nur Halida)

6 Februari 2019

Pertanyaan: "Gajih"

Sumber pict: jakarta.tribunnews.com

Akhir-akhir ini banyak yang menanyakan perihal gajih. Beberapa teman memutuskan untuk mencari karyawan untuk usaha yang dijalankannya, nah mereka bingung berapa uang yang harus dikeluarkan untuk menggajih.

Berbicara soal menggajih karyawan, buat aku sendiri ini juga hal yang sulit. Bisa dikatakan gajih itu membeli waktu, tenaga dan keahlian seseorang. Yang paling berat itu adalah saat aku memikirkan waktu. Waktu itu adalah hal yang sangat berharga, waktu tidak akan pernah bisa diulang. Dan aku tidak ingin orang lain menghabiskan seluruh waktunya bekerja apalagi di tempat kami. Kadang ada karyawan baru yang menawarkan untuk kerja full dari pagi-malam. Hal ini seringkali aku hindari, kecuali memang tidak ada penggantinya.

Tenaga juga hal yang dipertimbangkan, saat penjualan lagi rame tenaga sangat-sangat diperlukan, apalagi sikon kerja di tempat terbuka. Jika tidak punya fisik yang kuat bisa sering sakit, hal ini juga yang menjadi alasan kenapa kami tidak merekomendasikan untuk kerja full time.

Dan untuk keahlian, biasanya diimbangi dengan lama bekerja. Setiap orang punya daya tangkap berbeda. Ada yang diajarin sekali langsung bisa, ada juga yang perlu beberapa kali. Tapi mereka pasti bisa kok, asal kita mengajarkan dengan benar dan dia mau mendengarkan serta menerima nasihat dan ritikan dari kami.

Terus berapa gajih yang dikeluarkan? Kalau hal ini sebenarnya terserah kita. mau gajih Rp500.000/bulan juga bukan masalah asal karyawannya nerima aja.

Namun kalau dari aku sih ada beberapa hal yang jadi bahan pertimbangan:
1. Status Karyawan. Seperti lajang/menikah, sekolah/kuliah/free.
2. Lama jam kerja. Misal 6 jam/hari, 7 jam/hari, 8 jam/hari.
3. Waktu libur.
4. Penjualan/pendapatan usaha.
5. Berat/tidaknya pekerjaan yang dilakukan.

Saran aku sih, jika penghasilan kamu hanya berasal dari satu usaha dan tidak ada pemasukkan dilain. Apalagi baru buka, penjualan masih rendah dan belum stabil, lebih baik nanti dulu untuk nyari karyawan. Takutnya bukan keuntungan yang didapat tapi malah kebuntungan.

4 Februari 2019

Impian: Toko Roti


Siapa yang nelen ludah saat lihat gambar di atas? Aku juga jadi pengen makan donat. Nggak sekarang tapi nanti kalau ada uangnnya upss..

Berbicara tentang uang, aku pernah punya impian memiliki usaha toko roti. Itu karena dulu aku suka sekali makan roti. Saking sukanya jadi kepikiran untuk punya toko roti sendiri deh. Nih mau bahas uang atau impian sih? Yah bisa dibilang keduanya lah. Kalau kata pepatah itu "Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui" eh atau yang ini ya "Sambil menyelam minum air" ?? Aku lupa.

Memang yah yang namanya bermimpi itu enaak banger, bayangin begini trus begitu dan semuanya. Rasanya indaah dan menyenangkan. Tapi saat memikirkan tetek bengeknya, ya ampuun ternyata tidak semudah itu fergusso. Aku sendiri tidak pernah bikin roti, nggak pernah lihat pun jadi susah ngebayanginnya. Apalagi untuk menciptakan rasa yang diinginkan. Memang yah pengetahuan itu harus selalu ditingkatkan, makanya jangan malas membaca dan belajar Halida, eh?

Semakin bertambah usia impian membuka usaha Toko Roti pun teralihkan dengan impian yang lain, bisa jadi karena aku tipe yang melakukan apa yang di inginkan (?? yang ini aku rada ragu). Saat ini malah nggak terpikir sedikit pun untuk merencanakannya. Yah sekarang harus fokus ke usaha yang ada dulu baru nanti buka usaha baru lagi. Doakan aja bisa buka tahun ini juga, Aaamiin.

Kalau berbicara tentang uang, saat ini aku berumur 22 tahun dengan status "???" entahlah aku juga bingung aku itu kerjaannya apa. Yah walau nama pekerjaannya nggak jelas juga, namun untuk penghasilan bisa dibilang ada aja lah. Alhamdulillah cukup untuk hidup di perantauan. Karena setiap orang pasti punya rezeki masing-masing ya kan?

Setiap hari pengen pulkam tapi apa daya jarak lumayan jauh. Pengen beraktivitas disana. Dimana pun kita berada, serumit apapun hubungan kita dengan mereka, keluarga adalah pelindung dan tempat kembali yang selalu dirindukan. Semoga Maret bisa pulkam. Kangen rumah dan semua yang ada disana.

3 Februari 2019

Penasaran: "Memanah"



Kita awali dulu dengan baca basmallah. Bismillahirrohmaanirrohiim. Setelah sekian lama nggak nulis, kali ini aku memutuskan untuk memulai menulis kembali. Sebenarnya banyak keraguan datang untuk memulai, salah satunya adalah takut jika tulisan yang aku buat tidak bermanfaat.

Untuk kalian yang tidak sengaja lihat blog aku, terima kasih ya sudah mau membaca tulisan yang nggak jelas ini. Kali ini aku mau cerita tentang "Memanah". Bukan cerita tentang bagaimana cara memanah yang benar dan sebagaianya yah namun mau ceria aja. Hahaha maaf gaje.

Keinginan yang berhasil terpenuhi di umur segini, mungkin kalau terpenuhinya saat lagi ingin-inginnya pasti akan senang pakai banget. Bukan berarti saat ini nggak senang, kalau sekarang itu lebih ke "penasaran dengan memanah". Aku bingung menuliskan rasanya yang pas itu seperti apa. Yang jelas aku sudah nggak sebegitu penasaran lagi.

Hm.. setelah dipikir ternyata masih ada. Tadi aku cuma sempat nyoba jarak prebasic (anak sd) sama jarak level 1 (pemula dewasa). Jarak prebasic itu 5 meter, jadi setelah beberapa kali nyoba dilingkaran merah-kuning, yah lumayan lah. Setelah itu nyoba yang level 1 jarak 10 meter, nah kata ka Alfi untuk pemula biasanya lepas dari papan target dan bahaya kalau anak panah kena orang lain. Namun karena penasaran jadi aku tanya aja apa boleh aku nyoba dan dibolehkan. Untuk percobaan pertama keluar lingkaran namun nggak keluar papan target. Beberapa kali nyoba pun Alhamdulillah nggak satupun yang keluar papan target, tapi untuk score jangan ditanya ya. Kena lingkaran yang biru itu juga syukur banget.

Jarak 5 meter aku masih bisa fokus untuk membidik sedangkan untuk jarak 10 meter lebih sering memakai feeeling karena nggak bawa kacamata (maklum mata gak normal). Dan setelah beberapa kali lagi nyoba akhirnya aku berhasil di lingkaran kuning10 poin. Horree.. dalam hati "akhrinya bisa berhenti". Badan udah lelah (ternyata lelah eh) tapi kalau nggak kena angka 10 gimana gituh jadi bersyukur banget. Oh ya itu cuma kebetulan yak, mungkin kalau ikut club dan rajin latihan bisa jadi kemampuan. Dan kebetulan itu bisa menjadi sebuah motivasi, artinya kamu mampu kok melakukannya hanya saja perlu sering berlatih agar hasilnya pun lebih bagus lagi.


Hal selanjutnya yang ingin aku coba adalah shootgun. Yang ini rada nggak mungkin sih, eh bisa jadi mungkin, shootgun pemburu. Aku pernah megang tapi nggak pernah nyoba. Karena nggak boleh sembarangan, bisa-bisa nyawa taruhannya (pernah dengar cerita nyata tentang ini). Pernahnya itu waktu maen paintball, waktu tau kalau kami bakal main paintball rasanya itu sangat.. sangat.. gembira. Waktu itu aku masih SMP. Sebelum bertanding kami gaya-gaya an dulu sama senjata paintballnya, kan keren yak. Pakai baju pelindung, helm dan senjata jadi foto-foto keren dulu. Sayangnya fotonya sudah kehapus. Kayaknya bisa dicari lagi, nanti aku upload di blog kalau berhasil nemu tu foto.

Saat seperti ini aku kembali merasakan bahwa satu persatu apa yang pernah aku inginkan akhirnya terwujud, seperti memanah ini. Allah memberikan apa yang kita inginkan di waktu yang tepat. Allah tahu apa yang terbaik untuk hambanya. Meski tidak semua apa yang kita inginkan berhasil terwujud, yakinlah hal itu bukanlah hal buruk. Banyak hal yang ingin aku ceritakan, hal yang ingin ku ceritakan kepada diriku sendiri. Kita coba lakukan perlahan ya. Halida.. Semangat :)

11 Agustus 2018

Wanita dalam Pergumulan Syariat dan Hukum Konvensional - Pengantar Kuliah

Wanita dalam Pergumulan Syariat dan Hukum Konvensional. Salah satu koleksi buku yang aku beli dari Ustadz Abduh. Buku ini ditulis oleh Dr. Musthafa As-Shiba'i. Dalam Mukaddimah Penulis, beliau mengatakan bahwa buku ini adalah materi kuliah yang beliau sampaikan di Universitas Damaskus antara tahun ajaran 1961/1961. Dalam menulis buku ini posisi beliau layaknya pengacara yang menuntut penegakan kebenaran dan membelanya, karenanya beliau memperbanyak bukti supaya "pengadilan" semakin menerima laporan beliau.

Hal menarik yang aku simpulkan dari Pengantar Kuliah beliau adalah pertama, masalah wanita merupakan masalah setiap masyarakat. Masalah mereka adalah masalah 'perasaan' yang terindah dalam masyarakat, namun yang paling sulit dipecahkan.

Kedua, beliau ada membahas tentang karakter, propaganda, sahabat, sekelompok orang yang disebut "teman-teman wanita" dan musuh. Orang-orang bijak kita tempo dulu berkata, "Temanmu adalah orang yang jujur kepadamu, bukan orang yang [hanya] membenarkanmu."

Terakhir sebagai penutup beliau menuliskan, "Kemuliaan manusia erat kaitannya dengan kebebasannya dalam berpikir dan mengungkapkan pemikiran. Yang menakutkan adalah ketika diam dari kebenaran, berjalan dalam kesalahan dan mengikuti arus".

27 Mei 2018

Ta'lim Muta'allim - Hal Hal yang dapat Memperkuat Hafalan dan Melemahkannya

Hal-hal yang dapat menguatkan hafalan ialah tekun atau rajin belajar, aktif mengurangi makan, salat malam dan membaca Al-Qur'an. Dikatakan, "Tidak ada yang lebih menambah kuatnya hafalan melebihi daripada membaca Al-Qur'an dan melihat pada mushaf." Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW., "Amalan umatku adalah membaca Al-Qur'an dengan melihat."

Syaddad bin Hakim pernah mimpi bertemu arwah sebagian temannya yang telah wafat, lalu dia bertanya, "Apakah yang kamu jumpai yang paling berguna?" Temannya menjawab, "Membaca Al-Qur'an dengan melihat."

Santri kalau mengangkat kitab hendaknya membaca doa, "Dengan menyebut nama Allah, Maha Suci Allah. Segala puji hanya bagi Allah. Allah Maha Besar. Tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan dari Allah Yang Maha Luhur dan Agung. Maha Perkasa, Maha Mulia. Sebanyak jumlah huruf yang ditulis dan yang akan ditulis sepanjang masa."

Dan setiap habis salat fardhu hendaknya berdoa, "Aku beriman kepada Allah Yang Maha Tunggal, Maha Esa, Allah Yang Hak tiada sekutu baginya dan aku tidak percaya kepada Tuhan selain Allah."

Santri harus banyak membaca salawat atas Nabi Muhammad SAW. Karena beliau adalah sebagai pembawa rahmat kepada alam semesta.

Imam Syafi'i berkata, "Kuadukan buruknya hafalanku kepada Waki'. Lalu beliau menyuruhku meninggalkan maksiat. Sesungguhnya kuatnya hafalan itu merupakan keutamaan yang diberikan oleh Allah, dan kuatnya hafalan itu tidak diberikan kepada orang yang sering berbuat maksiat."

Makan kundar (kemenyan) dicampur madu, dan makan dua puluh satu anggur merah setiap pagi sebelum makan apa-apa, juga dapat menguatkan hafalan, dan dapat menyembuhkan macam-macam penyakit. Dan apa saja yang dapat mengurangi dahak, bisa menguatkan hafalan. Dan apa yang menambah dahak itu menyebabkan lemahnya hafalan.

Adapun yang dapat merusak hafalan adalah banyak berbuat maksiat, banyak dosa, banyak susah, prihatin memikirkan urusan harta, dan terlalu banyak kerja.

Telah disebutkan pada pasal yang lalu bahwa orang yang berilmu tidak perlu pusing dengan urusan dunia. Karena hal itu membahayakan dan tidak berguna. Orang yang cemas dengan urusan dunia biasanya karena hatinya gelap. Orang yang selalu memikirkan urusan akhirat, hatinya bercahaya. Hal itu pengaruhnya akan terlihat di dalam salatnya.

Cemas dengan urusan dunia bisa menghalangi seseorang untuk berbuat baik. Sedang memikirkan urusan akhirat justru mendorong untuk beramal baik.

Mengerjakan salat dengan khusyu' dan menyibukkan diri untuk mencari ilmu dapat menghilangkan penderitaan dan kesusahan. Sebagaimana dikatakan Syaikh Nashr bin Hasan Al Marghinani kepada dirinya, "Mohonlah pertolongan wahai Nashr bin Hasan, di dalam setiap pengetahuan yang masih tersembunyi, itulah yang dapat mengusir gelisah, sedang selainnya tidak dapat dipercaya."

Syaikh Najmuddin Umar bin Muhammad Nasafi juga mengalunkan beberapa baik syair untuk menyinggung budak Ummu Walad miliknya: "Salam, buat orang yang memikatku dengan kecantikannya, dan mengkilatkan kedua pipinya, serta melirikkan matanya. Aku telah tertawan dan tergoda oleh seorang gadis yang manis. Akal pun bingung untuk mensifati pribadi orang itu. Tapi aku berkata, Tinggalkanlah aku dan maafkanlah aku. Karena aku telah terbuai atau sibuk menuntut ilmu dan mendalaminya."

Hal-hal yang menyebabkan cepat lupa ialah makan ketumbar basah, makan apel yang kecut, melihat orang yang dipancung, membaca tulisan di kuburan, melewati barisan unta, membuang ketombe hidup di tanah dan catuk (melukai di bagian tengkuk kepala untuk menghilangkan rasa pusing) di bagian liang tengkuk. Maka santri hendaknya meninggalkan semua itu karena bisa menyebabkan lupa.

26 Mei 2018

Ta'lim Muta'allim - Sikap Wara' dalam Menuntut Ilmu

Sebagian ulama meriwayatkan sebuah hadis, dari Rasulullah SAW. Beliau bersabda, "Barangsiapa tidak berlaku wara' ketika belajar ilmu, maka dia akan diuji oleh Allah dengan salah satu dari tiga macam ujian, mati muda, ditempatkan bersama orang-orang bodoh, atau diuji menjadi pelayan pemerintah."

Santri yang bersifat wara' ilmunya lebih bermanfaat. Belajarnya lebih mudah. Termasuk sifat Wara' ialah menghindari rasa kenyang, banyak tidur, dan banyak bicara yang tidak berguna. Hindari makan makanan pasar kalau bisa. Karena makanan pasar itu dekat kepada najis dan kotor, ketika membuatnya jauh dari zikir kepada Allah, lebih dekat kepada kelalaian. Sebab mata orang-orang fakir itu memperhatikan makanan itu tapi mereka tak beruang, dan tidak mampu membeli. Mereka tentu menahan rasa sakit karena tidak terpenuhi keinginannya. Oleh karena itu makanan pasar itu hilang berkahnya.

Diceritakan bahwa Syaikh Al Jail Muhammad bin Fadhal ketika mengaji beliau tidak mau makan makanan pasar. Ayahnya yang tinggal di desa pada suatu hari datang ke tempatnya, pada hari Jumat. Kemudian beliau menyiapkan makanan untuk ayahnya. Ketika ayahnya masuk ke rumahnya, dia melihat ada sepotong roti pasar. Maka ayahnya tak mau berbicara dengannya karena murka.

"Makanan ini bukan saya yang membeli, karena saya tidak menyukainya. Tapi teman saya yang membawakannya" Alasan beliau kepada ayahnya, lalu ayahnya berkata, "Jika kamu mau berhati-hati dan hidup wara' tentu temanmu itu tidak membawa makanan itu."

Begitulah gaya hidup para ulama salaf. Mereka bersikap wara', oleh sebab itu mereka diberi keluasan ilmu dan diberi kekuasaan untuk menyebarkannya, sehingga nama mereka tetap dikenang sampai hari kiamat.

Salah seorang ahli fiqih yang zuhud berpesan kepada seorang pelajar, "Jauhkan diri dari membicarakan orang lain dan dari kumpul-kumpul bersama orang yang banyak bicara."

Beliau berkata pula, "Sungguh orang yang banyak bicara itu mencuri umurmu dan membuang-buang waktumu."

Termasuk wara' adalah menyingkir dari orang yang suka berbuat kerusakan dan maksiat serta senang menganggur. Karena bergaul dengan orang seperti itu bisa terpengaruh. Santri hendaknya menghadap kiblat ketika belajar untuk mengikuti sunnah Nabi SAW. Dan hendaknya ia mengambil manfaat dari doa orang yang ahli berbuat baik dan hendaknya ia menghindari doa orang yang teraniaya.

Dikisahkan bahwa ada dua orang laki-laki pergi mengaji di tempat yang jauh. Kedua orang tersebut menuntut ilmu di tempat yang sama. Mereka selalu mengulang-ulang pelajarannya bersama-sama.

Setelah beberapa tahun mereka kembali ke daerahnya. Tapi yang satu pandai dan yang satunya tidak. Kemudian para ahli fiqih di daerah itu bertanya kepada dua orang itu tentang keberadaannya, cara belajarnya, dan cara duduknya ketika belajar. Lalu para ahli fiiqh itu mendapat berita bahwa orang yang pandai itu, ketika belajar ia menghadap kiblat dan menghadap ke kota dia menimba ilmu. Sedang temannya membelakangi kiblat ketika belajar, dan mukanya berpaling dari arah kota itu.

Maka para ulama dan fuqaha bersepakat bahwa orang yang pandai tersebut karena mendapat berkatnya menghadap kiblat. Karena menghadap kiblat ketika belajar hukumnya sunnah. Dan karena berkat doanya orang-orang Islam yang menghuni kota tersebut. Karena penduduk kota tersebut ahli ibadah, yang selalu mendoakan orang yang belajar ilmu agama di malam hari.

Oleh karena itu, seorang santri tidak boleh meremehkan adab sopan santun dan hal-hal yang hukumnya sunnah. Karena orang yang meremehkan adab, pasti dia terhalang hal-hal yang sunnah. Barangsiapa meremehkan ibadah-ibadah sunnah , maka dia pasti terhalang dari ibadah fardhu. Akibatnya dia bisa meremehkan ibadah fardhu. Dan orang yang meremehkan ibadah fardhu tentu terhalang dari urusan akhirat. Begitu menurut hadis Rasulullah SAW.

Seorang santri harus memperbanyak salat. Harus khusyu' ketika melakukan salat. Karena hal itu dapat membantu memperoleh ilmu dan belajar.

Syaikh Najmuddin Umar bin Muhammad Nasafi, berkata dalam syairnya: "Kamu adalah orang yang menjaga perintah-perintah dan larangan-larangan Allah. Dan orang yang menjaga dan aktif mengerjakan salat. Tuntutlah ilmu agama. Syara'. Giatlah mempelajarinya sambil memohon pertolongan melalui amalan yang baik, niscaya kamu menjadi orang ahli ilmu agama. memohonlah kepada Tuhanmu agar hafalanmu diperlihara dari kelupaan oleh-Nya. Karena kamu orang yang suka akan anugerah-Nya. Allah adalah sebaik-baik Zat yang memelihara."

Beliau juga berkata, "Taatlah kalian kepada Allah dan bersemangatlah, jangan bermalas-malasan. Karena kalian pasti akan kembali kepada-Nya, jangan hanya tidur karena sebaik-baik makhluk adalah orang yang sedikit tidurnya."

Seorang pelajar harus selalu membawa buku setiap waktu, untuk ditelaah. Dikatakan, "Barangsiapa yang tidak ada buku disakunya, maka tidaklah melekat hikmah dalam hatinya."

Pelajar harus mencatat di bukunya apa yang didengar dari gurunya.

Tentang Saya

Foto saya
Memiliki nama asli Nur Halida, semoga Allah mengampuni dosanya. Dimulai dengan suka membaca didukung dengan kepribadian introvert, lebih mudah mengungkapkan apa yang dipikirkan lewat tulisan. "Suatu saat raga kan menghilang, tulisan yang kan jadi kenangan"

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.